Sabtu, 08 Juni 2013

Konfigurasi router menggunakan protokol routing statis


Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik, Router menggunakan peta atau tabel routing. Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.

Informasi yang Dibutuhkan Router
  •  Alamat Tujuan/Destination Address - Tujuan atau alamat host yang akan dirouting
  •   Mengenal sumber informasi - Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
  •             Menemukan rute - Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.
  •            Pemilihan rute - Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
  •    Menjaga informasi routing - Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.

Router berdasarkan cara pemetaan / routing dibagi tiga :
      1. Static Routing
      2. Default Routing
      3. Dynamic Routing

Static Routing Protocol
Static routing adalah pembuatan dan peng-update-an routing table secara manual.
Staric routing tidak akan merubah informasi yang ada pada table routing secara
otomatis, sehingga administrator harus melakukan merubah secara manual apabila
topologi jaringan berubah.

Beberapa keuntungan dari static routing :
  •  Pemeliharaan bandwidth network karena peng-update-an informasi router membutuhkan broadcasts yang terus menerus.
  •   keamanan network karena static routing hanya mengandung informasi yang telah dimasukkan secara manual.

Beberapa kerugian dari static routing :
  •    Tidak ada tolerasi kesalahan
        Jika suatu router down, maka static tidak akan memperbaharui informasi        
        dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain.

-         
  •       Pengembangan network

        Jika suatu network ditambah atau dipindahkan maka static routig harus  
        diperbaharui oleh administrator. Pembatasan static router dapat menjadi  
        keuntungan apabila untuk sampai pada tujuan hanya melalui satu router.
        Stub network adalah pencapaian network tujuan hanya dengan satu jalur.

Konfigurasi static routing
Dalam rangka mengatur suatu rute statis router harus dalam bentuk yang menyeluruh.

Berikut adalah langkah-langkah & hasil Konfigurasi router menggunakan protokol routing statis :

1.      Buatlah jaringan komputer menggunakan packet tracer seperti gambar berikut :


2. Lakukan pemberian nama pada masing masing router :

Router0

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname andini0
andini0(config)#

Hasil  :


Cara di atas, digunakan jika kita ingin member nama pada masing-masing router dengan CLI. Kita dapat juga member nama langsung seperti gambar berikut. Klik Global => Settings. Kolom Display Name adalah kolom yang digunakan untuk member nama dari Router. Sedangkan Hostname adalah digunakan untuk memberi nama host Router tersebut.



setelah langkah tersebut dilakukan, dilanjutkan ke langkah no.3.


Router1

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname andini1
andini1(config)#

Setelah langkah tersebut dilakukan, dilanjutkan ke langkah no.3.

Router2

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname andini2
andini2(config)#

Setelah langkah tersebut dilakukan, dilanjutkan ke langkah no.3.

3.  Beri IP pada masing masing port router yang digunakan :

Router0 (andini0)            Router1 (andini1)               Router2(andini2)
Fa0/0   : 192.168.1.2/24     Fa0/0   : 139.16.25.2/24        Fa0/0:12.12.12.2/24
Se0/0/0 : 10.10.10.1         Se0/0/0 : 10.10.10.2            Se0/0/0 : 10.10.12.2
Se0/0/1 : 10.10.12.3         Se0/0/1 : 10.10.11.1            Se0/0/1 : 10.10.11.2


Pada Router0 (andini0)

andini0>enable
andini0#configure terminal
andini0(config)#interface fa0/0
andini0(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
andini0(config-if)#no shutdown
andini0(config-if)#exit
andini0(config)#interface se0/0/0
andini0(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
andini0(config-if)#no shutdown
andini0(config-if)#exit
andini0(config)#interface se0/0/1
andini0(config-if)#ip address 10.10.12.3 255.255.255.0
andini0(config-if)#clock rate 9600
andini0(config-if)#no shutdown
andini0(config-if)#exit


Hasil :


Namun kita dapat memberi atau mengubah alamat IP Address yang akan kita gunakan untuk Router seperti Gambar di bawah ini. Kita ketikkan perintah di atas pada CLI untuk memberi IP pada masing-masing port router, seperti IP Address, FaastEthernet, ataupun Serial.


Gambar di atas adalah kolom FastEthernet0/0 yang berisi pengaturan pada Port Status, Bandwith, Duplex, serta alamat MAC Address, IP Address, Subnet Mask, Tx Ring Limit dari router yang kita pakai.


Gambar di atas adalah kolom Serial0/0/0 yang berisi pengaturan pada Port Status, Clock Rate, Duplex, serta alamat IP Address, Subnet Mask, Tx Ring Limit dari router yang kita pakai.


Gambar di bawah ini adalah kolom Serial0/0/1 yang berisi pengaturan pada Port Status, Bandwith, Duplex, serta alamat MAC Address, IP Address, Subnet Mask, Tx Ring Limit dari router yang kita pakai.

Berikut ini adalah gambar yang berisi keterangan tentang Router0 (andini0) ketika kursor diletakkan pada router tersebut


MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address,physical address, atau hardware address.

Lakukan juga pada Router1 (andini1) dan Router2 (andini2)
  
Pada Router1 (andini1)

andini1>enable
andini1#configure terminal
andini1(config)#interface fa0/0
andini1(config-if)#ip address 139.16.25.2  255.255.0.0
andini1(config-if)#no shutdown
andini1(config-if)#exit
andini1(config)#interface se0/0/0
andini1(config-if)#ip address 10.10.10.2   255.255.0.0
andini1(config-if)#no shutdown
andini1(config-if)#exit
andini1(config)#interface se0/0/1
andini1(config-if)#ip address 10.10.11.1   255.255.0.0
andini1(config-if)#clock rate 9600
andini1(config-if)#no shutdown
andini1(config-if)#exit

Pada Router2 (andini2)

andini2>enable
andini2#configure terminal
andini2(config)#interface fa0/0
andini2(config-if)#ip address 12.12.12.2  255.255.255.0
andini2(config-if)#no shutdown
andini2(config-if)#exit
andini2(config)#interface se0/0/0
andini2(config-if)#ip address 10.10.12.2   255.255.255.0
andini2(config-if)#no shutdown
andini2(config-if)#exit
andini2(config)#interface se0/0/1
andini2(config-if)#ip address 10.10.11.2  255.255.255.0
andini2(config-if)#clock rate 9600
andini2(config-if)#no shutdown
andini2(config-if)#exit

4. Selanjutnya setting routing dengan command “ip route [net id tujuan]  
  [subnetmask tujuan] [next hop]” 

Pada Router0 (andini0)

andini0>enable
andini0#configure terminal
andini0(config)#ip route 139.16.25.0 255.255.255.0 10.10.10.2
andini0(config)#ip route 12.12.12.0 255.255.255.0 10.10.12.2

Hasil :


Ketikkan perintah tersebut pada CLI untuk setting routing dengan command “ip route [net id tujuan] [subnetmask tujuan] [next hop]”. Langkahnya dapat juga dilihat pada Gambar di atas.  Atau kita dapat melihat hasil setting routing berupa Network Address, Mask, Next Hop yang telah kita setting di CLI pada Config. Kita juga dapat menambahkan Network Address, Mask, Next Hop yang baru pada Static Routes dengan mengisi kolom keterangan Network Address, Mask, Next Hop tersebut lalu klik Add. Sedangkan jika ingin menghapus Network Address dengan mengklik Network Address yang akan dihapus, lalu klik Remove. Hal tersebut dapat terlihat pada gambar berikut.


Lanjutkan untuk Router1 (andini1) dan Router2 (andini2).

Router1 (andini1)

andini1>enable
andini1#configure terminal
andini1(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1
andini1(config)#ip route 12.12.12.0 255.255.255.0 10.10.11.2

Router2 (andini2)

andini2>enable
andini2#configure terminal
andini2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.12.3
andini2(config)#ip route 139.16.25.0 255.0.0.0 10.10.11.1


5. Selanjutnya inputkan IP pada PC0, PC1, PC2, PC3, PC4, dan PC5 (sesuai  
   dengan Net Id yang telah ditentukan)

 PC0                                 PC1                                                                                                                               
IP Address : 192.168.1.1             IP Address : 192.168.1.3
Subnet Mask : 255.255.255.0          Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway 192.168.1.2          Default Gateway : 192.168.1.2

Hasil :



PC2                              PC3
IP Address:  139.16.25.1         IP Address: 139.16.25.3
Subnet Mask :  255.255.0.0       Subnet Mask : 255.255.0.0
Default Gateway : 139.16.25.2    Default Gateway : 139.16.25.2


Hasil :



      PC4                               PC5
IP Address:  12.12.12.3           IP Address:  12.12.12.1
Subnet Mask :  255.255.255.0      Subnet Mask :   255.255.255.0
Default Gateway :  12.12.12.2     Default Gateway  : 12.12.12.2


Hasil :



IP Address, adalah suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.
Subnet Mask, adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
Default Gateway, adalah dimana sebuah host mengirim semua datagram remote-boundnya. gateway akan memiliki sebuah tabel semua kemungkinan rute kemana jaringan remote mungkin eksis dan akan mengantarnya sampai ke lokasi. gateway mengirim via path terpendek berdasarkan informasi di dalam routing table.

6. Setelah semua settingan telah selesai, selanjutnya tahap adalah pengetesan  
   dengan cara  ping dari PC0 ke PC lainnya

Untuk laporan praktikum packet tracer ini selengkapnya, bisa di unduh di sini




















Tidak ada komentar: