
Berteman merupakan sesuatu yang sering kita lakukan. Sadar atau tidak, menjalin pertemanan itu sangat menyenangkan. Siapa pun pasti tidak akan menyangkal hal itu. Disaat kita mulai mengenal pribadi-pribadi yang baru, dengan keanekaragaman sifat, prilaku bahkan pola pikir yang terkadang menciptakan perdebatan dis aat kita berteman. Hal itu akan sangat menjadi suatu hal yang menyenangkan jika di dasari dengan Ketulusan.
“Menemui seribu musuh lebih mudah dari pada mendapatkan seorang teman”
Kalau tidak salah seperti itulah kata yang sering saya dengar dulu sewaktu Ibu saya menasehati saya di saat saya sedang berselisih paham dengan seorang teman. Tapi menurut saya kata-kata itu tidak terlalu tepat, karena mendapatkan seorang teman itu sama mudahnya dengan mencari musuh (tapi musuh jangan dicari yah..^_^). Karena jika kita paham bagaimana harus bersikap dengan seseorang kita akan mampu dengan mudah mendapatkan seorang teman. Tapi mungkin yang dimaksud Sang Pembuat kata-kata tersebut mungkin mendapatkan seorang teman yang benar-benar tulus terhadap kita.
Pertemanan mungkin satu kata yang terdengar sederhana, Tapi apakah selama ini kita sudah mampu menjadi seorang teman yang baik bagi teman-teman kita. Kehadiran seorang teman itu sangat di butuhkan oleh seseorang, karena pada dasarnya kita memang terbentuk sebagai makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun termasuk seorang teman.

Akan tetapi, sering kali kita gagal dalam menjaga sebuah perteman bahkan pertemanan yang sudah terjalin lama. Pernahkah berfikir itu di sebabkan karena diri kita sendiri??
Saatnya kita mulai menginstropeksi diri(bukan untuk menggurui), Intinya pertemanan itu SALING MEMBERI DAN SALING MENERIMA, Jadi mengapa tidak saatnya kita mencoba memberi terlebih dahulu?
Ada beberapa hal yang bisa kita mulai dari diri kita sendiri dalam membina atau memulai sebuah pertemanan,
- Jadilah Pendengar Yang Baik => Mulailah untuk menjadi pendengar yang baik bagi seorang teman, jika saatnya kita memberi pendapat atau nasehat jangan pernah sekalipun kita bersikap menggurui, tapi cobalah perlahan-lahan memberi masukan kepadanya. (saya saat ini juga bukan sedang menggurui)
- Hormati Pendapatnya => Mulailah dengan mengerti atau memahami bagaimana karakter teman kita, dan hormatilah pendapatnya. Walaupun terkadang hal yang kita sukai malah tidak ”di sukai”olehnya, dengan syarat masih dalam batas ”kewajaran”.
- Pelihara Kepercayaan => Jika kita mengetahui rahasia dari teman kita baik di sengajaa atau tidak, jangan pernah sekali-sekali kita mengobral rahasia tersebut kepada orang lain.
- Lihat Sisi Baik => Setiap orang di ciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan, kedua hal tersebut tercipta sebagai penyeimbang pada diri setiap orang. Jika kita melihat sikap / sifat / pemikiran dari teman kita yang sedikit kurang mengenakkan terhadap kita, maka cobalah untuk memandang itu sebagai sebuah kekurangan pada dirinya dan mulailah untuk kembali selalu melihat sisi baik teman kita tersebut.
- Jangan Pernah Merasa Iri => Jika saat ini teman kita mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang kita dapatkan, maka jangan pernah memupuk rasa iri terhadapnya, jadikanlah itu sebagai motivasi pada diri kita untuk mendapatkan yang lebih juga nantinya. Dan rasakanlah bahwa KEBAHAGIANNYA ADALAH KEBAHAGIAANMU JUGA.
- JANGAN RAGU MEMINTA MAAF = > kenapa pada poin ini saya menggunakan capslock? (bukan karena keyboard saya yang rusak atau karena salah tekan). Karena saya merasa hal ini yang sangat susah di lakukan di saat EGO atau sedikit RASA SOMBONG. ANGKUH sedang merangkul kita. Kita merasa diri kita lebih hebat, lebih baik, lebih benar atau LEBIH segalanya di bandingkan teman kita. Jangan pernah memilihara sikap seperti itu jika kita ingin di hargai dalam sebuah pertemanan, atau jika kita ingin memelihara sebuah pertemanan. Jika kita memang melakukan kesalahan, jangan ragu untuk meminta maaf. Karena Allah pernah berpesan JANGAN MENGKLAIM KEBENARAN DENGAN UKURANMU SENDIRI.
Itu lah beberapa point menurut saya yang terpenting dalam menjaga sebuah pertemanan dan berusaha untuk MENJADI TEMAN YANG BAIK.
Lalu, yakinkah kita sudah menjadi teman yang baik bagi teman-teman kita? Jika sudah, saya katakan selamat karena kamu telah berhasil menjadi seorang teman yang baik. Dan jika masih belum, marilah kita bersama berusaha untuk menjadi teman yang baik. Karena hal itu bisa menjadi hal yang ”gampang-gampang susah” untuk dilakukan.
Sebagai penutup saya ingin mengatakan MARI BERTEMAN ………

Tidak ada komentar:
Posting Komentar