| Hidup lajang Gaya hidup lajang saat ini tengah menjadi tren. Menurut sensus terakhir, terdapat 14.2 juta orang lajang (berusia 16-64 tahun) yang saat ini hidup di Inggris. Ketika ditanya ‘apa yang membuat hidup mereka lebih baik?, sepertiga orang tersebut menjawab ‘banyaknya uang’, dan bukan ‘teman hidup’. Mereka melihat hidup lajang sebagai kesempatan untuk melakukan hobi, kesempatan untuk memerhatikan diri sendiri, kesempatan untuk bersikap spontan, serta memiliki lebih banyak teman dekat. Lalu, untuk alasan-alasan di atas, mengapa juga mereka harus menikah? |
| Segmentasi orang-orang lajang Para ahli pemasaran telah membuat pembagian buat orang-orang lajang yang dibedakan menjadi empat kelompok. Kelompok social butterflies mengambil porsi 30% dari jumlah lajang dewasa. Kebiasaan mereka bisa dicerminkan dari ungkapan-ungkapan di bawah ini, ‘Saya ingin membeli tren fesyen terbaru’. Mereka gemar men-download musik, memainkan games di pub, juga memainkan alat musik. Kelompok achiever beavers sebanyak 16%. Kelakuan mereka bisa tercermin dari kalimat ‘saya membeli barang walaupun tidak terlalu butuh’. Mereka suka clubbing dan berdansa, menonton konser musik pop dan olahraga di rumah. Kelompok Pippa fans, yang 71%-nya didominasi oleh kaum wanita, sebanyak 19% dari jumlah lajang dewasa. Mereka juga suka clubbing dan berdansa, pergi ke festival-festival dan berlatih yoga. Kelompok silvertons yang jumlahnya 35% dari jumlah lajang dewasa. Mereka suka ke galeri, clubbing dan dansa, serta kencan lewat internet.
| |||||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar