Jumat, 21 Juni 2013

Membangun Jaringan DNS Server & DHCP Server



DNS


PENGERTIAN DNS 

Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network 


FUNGSI DNS 
A. Kerangka Peraturan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
B. Menyediakan keluwesan untuk kegagalan computer,Beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,Tiga belas server akar (root server)digunakan oleh seluruh dunia.

KEUNGGULAN DNS
  1. DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP
  2. DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin)
  3. User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address
KEKURANGAN DNS
  1. DNS tidak mudah untuk di implementasikan
  2. Tidak konsisten
  3. Tidak bias membuat banyak nama domain.

 DHCP 

Komputer Server

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalabledan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.

Jenis Server


1. Server Aplikasi (Application server)
2. Server Data (Data Server)
3. Server Proxy (Proxy Server).

Fungsi server

 

1. Server Aplikasi

Server yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh client, server data sendiri digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan client secara langsung maupun data yang diproses oleh server aplikasi.

2. Server Proxy

Berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proxy. Orang awam lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.

Pengertian Server adalah Sebuah system komputer yang menyediakan berbagai jenis layanan yang dapat diakses oleh komputer client yang sedang terhubung pada sebuah  jaringan. Server harus didukung dengan baik oleh prosesor dan juga Memori/RAM yang lumayan besar.  Server juga harus memiliki System Operasi KHusus atau biasa juga disebut sebagai System Operasi Jaringan.

Server mengatur lalu lintas data di dalam jaringan dan menyediakan resource yang dapat digunakan oleh komputer lain yang sedang terhubung pada jaringannya. Server bagian paling penting dalam jaringan komputer yg menjadi tempat untuk nodes di dalam jaringan agar mampu melakukan yang namanya Resource Ssharing.

Server terdiri dari beberapa macam diantaranya file server, printer server, disk server serta database server. Server juga bisa bersifat dedicated , artinya server tidak mungkin bisa digunakan sbagai, selain dedicated, non-dedicated juga ada, fungsinya tetap sebagai server, tapi bisa juga digunakan sebagai titik masuk untuk komunikasi jaringan.

Pengertian Dasar

DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesaidan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

Pengertian DHCP

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Potocol, suatu perogram
aplikasi yang memungkinkan pengaturan jaringan secara terpusat dari Server,
sehingga PC client tidak perlu melakukan konfigurasi alamat IP. Karena semuanya
sudah ditangani oleh PC Server.

KEUNTUNGAN

Penggunaan DHCP dari sisi System Administrator, adalah kita tidak
perlu melakukan pencatatan alamat IP pada masing-masing PC client. Mungkin
untuk kebutuhan sampai dengan 10 atau 20 PC client masih bisa kita tangani,
namun jika klien yang kita tangani sampai dengan 50 atau 100, bisa Anda
bayangkan betapa rumit dan melelahkan pekerjaan yang harus kita tangani.
Tujuan utama dari penggunaan Dynamic Host Configuration Protocol adalah untuk memberikan pengaturan IP address secara tersentralisasi melalui suatu server daripada harus melakukan konfigurasi satu persatu pada setiap mesin klien. Sebuah mesin klien yang dikonfigurasi menggunakan DHCP tidak dapat mengatur IP address secara static dengan sendirinya, semuanya diatur dan ditentukan oleh server DHCP yang telah ditentukan.
Salah satu cara dalam penggunaan DHCP adalah dengan mengenali alamat hardware terlebih dahulu dari setiap network card (MAC Address, biasanya alamat ini fixed) kemudian memberikan klien tersebut setting IP address yang identik setiap kali ia terhubung ke server. DHCP juga dapat di konfigurasi sedemikian rupa sehingga server DHCP dapat memberikan alamat-alamat IP secara dinamis pada host yang terhubung dengannya, dengan menggunakan range IP address yang telah ditentukan. Pada kasus ini server DHCP akan mencoba memberikan alamat yang sama pada mesin klien setiap kali host itu meminta alamat ke server (walaupun untuk waktu yang cukup lama). Hal ini tentu saja tidak berfungsi dengan baik, bila pada jaringan tersebut terdapat lebih banyak host komputer dibandingkan alamat yang di siapkan oleh server.

KELEBIHAN

Dengan kelebihan ini, DHCP membuat kerja para administrator jaringan menjadi lebih mudah. Setiap kali ada perubahan yang terkait dengan pengalamatan dan konfigurasi pada jaringan secara global, dapat di implementasikan secara tersentral dengan hanya melakukan perubahan file konfigurasi pada server. Hal ini tentu saja lebih efisien daripada Anda harus melakukan setting atau men-setup pada tiap-tiap host (mesin klien). Disamping itu sangat mudah bagi kita untuk mengintegrasikan mesin-mesin (host), terutama mesin yang baru ke dalam jaringan karena mesin-mesin tersebut akan mendapatkan alamat melalui pooling alamat yang dibuat pada server.

Sebuah server DHCP tidak hanya memberikan alamat IP dan netmask-nya saja, tetapi juga memberikan host name (nama host), domain name, gateway, dan name server (DNS) yang digunakan oleh mesin klien tersebut. DHCP juga dapat memiliki beberapa parameter lain seperti penggunaan time server yang dapat di akses oleh setiap klien.

Berikut ini adalah Langkah-langkah dalam membangun Jaringan & pengaturan DNS Server dan  DHCP Server :


Membangun Jaringan DNS Server

-          - Pertama, bangunlah jaringan menggunakan packet tracer seperti gambar di bawah ini.


-         - Selanjutnya lakukan konfigurasi alamat IP pada server 1 terlebih dahulu . Klik Server lalu pilih menu config kemudian klik FastEthernet untuk setting IP dan masukkan IP yang kita inginkan. Di sini kita akan memasukkan IPnya 192.168.1.1 di IP addressnya seperti gambar  berikut


-         - Kemudian setting DHCP, ubah Default Gateway dan di samakan dengan IP address yang telah kita buat.


-        -  Selanjutnya konfigurasi DNS, klik menu DNS, lalu ketikkan “Name” untuk nama domain yang kita inginkan. Setelah itu masukkan IP addressnya dan klik Add


-          -Selanjutnya melakukan konfigurasi Email. Caranya klik menu Email. Pastikan opsi dalam keadaan “ON”

-        -  Selanjutnya pada “Domain Name”, ketikkan nama domain yang sama dengan konfigurasi DNS Server yaitu “andinips.com”. Kemudian klik tombol Set.

-          -Pada “User Setup”, masukkan nama user email dan password yang kita inginkan (klik tanda “+” untuk menambahkan user)  seperti gambar di bawah ini :


-         - Kemudian kita akan melakukan konfigurasi IP address pada PC0 dan PC1, klik PC lalu pilih menu desktop dan pilih “IP Configuration”.




-          - Selanjutnya tes koneksi masing-masing PC dan server. PC0 pilih desktop lalu klik Command Propmpt. Ketikkan “ping 192.168.1.1” (untuk PC1)

-          - Lakukanlah hal yang sama pada PC1 dan server.


-         -  Selanjutnya, kita mencoba mengakses web server tersebut melalui computer client PC-PT PC0 dengan cara klik 1 kali pada ikon PC-PT PC0, kemudian pilih tab “Desktop” dan pilih “Web Browser”

-          - Ketikkan alamat IP Web Server (192.168.1.1) atau nama domainnya “andinips.com” pada url. Jika berhasil  akan muncul tampilan web sebagai berikut


-          - Selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi alamat email dan user pada masing-masing computer Client. Caranya klik 1 kali pada masing-masing ikon computer PC-PT PC0 dan PC-PT PC1. Pilih tab “Desktop”, kemudian pilih “Email”

-          - Klik pada tombol “Configure Mail”, isikan data konfigurasi alamat email sebagai berikut (klik tombol “Save” untuk menyimpan):


-        -  Jika sudah, maka kita bisa mencoba mengirimkan email dari computer PC-PT PC0 ke computer PC-PT PC1, dengan cara klik 1 kali pada ikon computer PC-PT PC0, pilih tab “Desktop”, kemudian pilih “Email”

-          -Klik Tombol “Compose” untuk membuat email, tujukan email ke mail@andini.com


-          -Jika sudah Klik tombol “Send” untuk mengirim email.

-          -Klik ikon computer PC-PT PC1, pilih tab “Desktop” kemudian pilih “Email”, untuk menerima Email dari computer PC-PT PC0 , klik tombol “Receive”. Tunggu hingga email diterima.

-         -  Jika Berhasil, maka akan terdapat email masuk dari user andinips.




Pengaturan DHCP Server

1. Buat desain tampilan menyerupai gambar berikut.

Pada bagian ini kita akan membuat jaringan LAN, masing-masing switch yang berlokasi di Medan, Jakarta dan Surabaya terhubung ke PC-PC yang ada. Gunakan konfigurasi DHCP untuk tiap-tiap PC yang ada, supaya anda tidak repot meng-assign IP Static di masing-masing PC. Untuk kabelnya gunakan tipe copper-Through. Beri nama masing-masing switch menjadi SW Medan, SW Jakarta dan SW Surabaya guna memudahkan tutorial.


                                                           simulasi rangkaian jaringan


2. Setting modul perangkat Router

Sekarang masuk ke bagian setting modul perangkat router, klik pada router Medan sehingga keluar tampilan seperti gambar di bawah. Pilih modul WIC-IT lalu drag-and-drop di salah satu slot expansion modul di bawah tombol Original Size,tetapi sebelumnya matikan tombol ON/OFF switch. lalu nyalakan kembali. Lakukan hal yang sama untuk router Surabaya. Khusus untuk Router Jakarta gunakan 2 modul WIC-IT dan dipasang di masing-masing slot expansion modul.




                                                          Tampilan pemasangan modul

 
3. Pasang kabel menuju Switch dan Router tetangga

Pada Ethernet port Router Medan (fa0/0) gunakan kabel tipe copper Straigh-Through untuk koneksi menuju ke switch (port berapa saja), lakukan hal yang sama untuk router lainnya. Untuk koneksi ke router tetangga, port Medan (se0/1/0) menuju port Jakarta (se0/1/0) gunakan kabel tiper Serial DCE. Untuk port Jakarta (se0/0/0) menuju ke port Surabaya (se0/1/0) gunakan kabel tipe Serial DCE. Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut.



                                                               Hasil desain Topologi

 
Hal tersebut belum selesai.  Perhatikan masih ada titik berwarna merah pada masing-masing interface Router dan switch. Itu tandanya belum ada paket data yang dapat terkoneksi pada interface tersebut. Oleh sebab itu, pada langkah berikutnya kita akan masuk ke dalam konfigurasi Router dan Switch namun sebelumnya, berikut ini daftar IP address yang mesti di assign ke tiap-tiap interface pada masing-masing Router

Perangkat                                       Interface                                         IP Address/Mask
Router Medan                                 fa0/0                                             192.168.1.2
                                                       se0/1/0                                          10.10.12.3
Router Jakarta                                 fa0/0                                             139.16.25.2
                                                       se0/0/0                                          10.10.10.2
                                                       se0/1/0                                          10.10.11.1
Router Surabaya                             fa0/0                                              12.12.12.2
                                                      se0/1/0                                           10.10.11.2

 4. Konfigurasi Router Medan

Pada Packet Tracer klik Router Medan, maka akan keluar tampilan seperti gambar di bawah ini. Klik tab CLI (Command Line Interface) .


                                                           Command Line Interface

Tekan ‘n’ untuk melewatkan configuration dialog, kemudian tekan Enter untuk mulai sampai keluar prompt Router>, ketik ‘enable’ atau cukup ‘nd’ saja untuk mengaktifkan konfigurasi. Selanjutnya ketik script konfigurasi berikut :

Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Medan
Medan(config)#interface fa0/0
Medan(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.240
Medan(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0 changed state to up
Medan(config-if)#interface se0/1/0
Medan(config-if)#ip address 10.10.12.3 255.255.255.240
Medan(config-if)#clock rate 64000
Medan(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/0, changed state to down
Medan(config-if)#exit
Medan(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 se0/1/0
Medan(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Medan#copy run start
Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>
Building configuration
[OK]
Medan#

5. Konfigurasi Router Surabaya

Tidak jauh berbeda dengan Router Medan, hanya bedanya kita tidak mengeset clock rate untuk koneksi serialnya, berikut script nya

Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Surabaya
Surabaya (config)#interface fa0/0
Surabaya (config-if)#ip address 12.12.12.2 255.255.255.240
Surabaya (config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0 changed state to up
Surabaya (config-if)#interface se0/1/0
Surabaya (config-if)#ip address 10.10.11.2  255.255.255.240
Surabaya (config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/0, changed state to down
Surabaya (config-if)#exit
Surabaya (config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 se0/1/0
Surabaya (config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Surabaya #copy run start
Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>
Building configuration
[OK]
Surabaya#

 6. Konfigurasi Router Jakarta

Tidak banyak berbeda dengan 2 router sebelumnya, seperti halnya router Medan kita harus mengeset  clock rate guna koneksi serialnya. Berikut scriptnya :

Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Jakarta
Jakarta (config)#interface fa0/0
Jakarta (config-if)#ip address 139.16.25.2  255.255.255.240
Jakarta (config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0 changed state to up
Jakarta (config-if)#interface se0/0/0
Jakarta (config-if)#ip address 10.10.10.2  255.255.255.240
Jakarta (config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to up
Jakarta (config-if)#interface se0/1/0
Jakarta (config-if)#ip address 10.10.11.1  255.255.255.240
Jakarta (config-if)#clock rate 64000
Jakarta (config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/0, changed state to up
Jakarta (config-if)#exit
Jakarta (config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 10.10.12.3  
Jakarta (config)#ip route 12.12.12.0 255.255.255.240 10.10.11.2
Jakarta (config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Jakarta #copy run start
Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>
Building configuration
[OK]
Jakarta #

Selesai setting routing static pada ketiga router, seperti pada gambar  berikut titik-titik interface sudah berwarna hijau, berarti sudah ada paket data yang terkoneksi. Setelah itu lakukan setting DHCP pada tiap-tiap router.


                                                  masing-masing network interface sudah aktif

   7.   Setting DHCP untuk tiap-tiap router

Yang harus dilakukan sebelum konfigurasi DHCP adalah :
-          - Menentukan nama DHCP pool
-          - Menentukan IP Network pada LAN
-          - Menentukan IP DNS Server bila ada (dalam praktik ini ada DNS Server)
- Menentukan IP Default-router
-          - Menentukan IP DHCP excluded-address

Setting DHCP untuk router Medan :

Medan>enable
Medan#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Medan(config)#ip dhcp pool medan
Medan(config-if)#network 192.168.1.0  255.255.255.240
Medan(config-if)#default-router 192.168.1.2
Medan(config-if)#exit
Medan(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.1.2 192.168.1.10
Medan(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Medan#

Setting DHCP untuk router Jakarta :
 
Jakarta>enable
Jakarta #configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Jakarta (config)#ip dhcp pool Jakarta
Jakarta (config-if)#network 139.16.25.0  255.255.255.240
Jakarta (config-if)#default-router 139.16.25.2
Jakarta (config-if)#exit
Jakarta (config)#ip dhcp excluded-address 139.16.25.2  139.16.25.10
Jakarta (config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Jakarta#

Setting DHCP untuk router Surabaya

Jakarta> Surabaya
Surabaya #configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Surabaya (config)#ip dhcp pool Surabaya
Surabaya (config-if)#network 12.12.12.0  255.255.255.240
Surabaya (config-if)#default-router 12.12.12.2
Surabaya (config-if)#exit
Surabaya (config)#ip dhcp excluded-address 12.12.12.2  12.12.12.10
Surabaya (config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Surabaya #

Download Tutorialnya di sini   :)

Salam Teknik Komputer, PolSri




Tidak ada komentar: